Sejumlah pegiat HAM (Hak Asasi Manusia) sedang menanti pembacaan putusan oleh Majeli Komisioner (MK) Komisi Informasi Pusat (KIP) pada sidang putusan Senin (10/10) di Ruang Sidang lantai 5 KIP Jakarta. Istri almarhum Munir, Suciwati sudah hadir di ruang sidang bersama sejumlah pegiat HAM seperti Hendardi dan Haris Azhar dari KontraS bersama puluhan jurnalis baik cetak maupun elektronika termasuk para foto grafer yang akan mengambil momen penting ini.

Pada persidangan dengan cara tunggal pembacaan putusan itu, Ketua MK Evy Trisulo beranggotakan Yhannu Setyawan dan Dyah Aryani bersama mediator John Fresly didampangi Penitera Pengganti Afrial Sibarani serta Tenaga Ahli Aditya Nuriah. Berdasarkan jadwal persidangan yang telah dipublikasi maka sidang dimulai pada 13.00 WIB namun karena dengan alasan untuk merapikan putusan yang akan dibacakan maka ditunda sekitar 1,5 jam.

Sejumlah pengunjung yang mayoritas jurnalis sempat mempertanyakan kenapa harus tertunda pembacaan putusan ini karena pada sidang-sidang sebelumnya selalu tepat waktu. Para jurnalis tampak tidak menyia-nyiakan waktu dalam menunggu putusan dari MK KIP, mereka berinisiatif melakukan wawancara dengan istri almarhum Munir, Suciwati. Suci terus berjuang untuk mempertanyakan hasil investigasi yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) kematian pegiat HAM Munir, karena menurutnya kerja TPF sudah berlangsung sudah sangat lama. "Apalagi yang ditunggu untuk membuka tabir tentang kematian Munir," kata Suci.

Sementara itu, MK KIP telah menyidangkan kasus sengketa informasi ini sejak beberapa bulan silam namun sejumlah saksi kunci yang akan dimintai keterangannya ternyata tidak bisa hadir. Sebelumnya, Pemohon dari KontraS sempat meminta kehadiran Sudi Silalahi yang mantan Menteri Sekretaris Kabinet dan Yusril Ihza Mahendra yang mantan Menteri Sekretaris Negara untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi dalam persidangan tersebut namun keduanya tidak bisa hadir.

Hanya Sudi yang sempat memberikan keterangan secara tertulis yang dibacakan oleh MK dalam persidangan. Menurut Sudi, ia tidak menerima hasil TPF tentang kasus kematian Munir. (Sumber : komisiinformasi.go.id)